Kamis, 27 September 2012

Berdoa dalam Agama Buddha


Namo Tassa Bhagavato Arahato Samma-Sambuddhasa
Namo Tassa Bhagavato Arahato Samma-Sambuddhasa
Namo Tassa Bhagavato Arahato Samma-Sambuddhasa



Kepada siapa kita berdoa? 
Umat Buddha berdoa kepada Buddha sebagai manifestasi Tuhan. 

   Mengkomunikasikan isi hati, apakah itu berupa pujian, perasaan syukur, pengharapan, pernyataan tekad, perenungan, dan sebagainya. Bisa juga bersyukur kepada Boddhisatta, deva, dan leluhur, siapa saja yang dipandang  berhubungan dengan aspirasi yang ingin diungkapkan.

   Tentu saja, doa itu tidak dimaksudkan mengubah Tuhan, Buddha atau Boddhisatta agar memenuhi keinginan kita. Doa justru mengubah diri sendiri. Doa bukan meminta, apalagi menuntut. Doa yang baik malah menyatakan kesediaan menerima apa yag akan terjadi (bersyukur) atau kesediaan berbagi dan memberi. Dalam doa, kita bukan merayu, tetapi mengungkapkan kesadaraan.

   Untuk siapa kita berdoa? Ketika berdoa ditujukan untuk kepentingan diri sendiri, ingat akan akan kesaling tergantungan dan semua makluk memiliki keinginan yang sama. Bukan hanya aku yang menghendaki kebahagiaan untuk diri sendiri, melainkan juga semua makluk. Karena itu kita berdoa untuk kepentingan sendiri sekaligus kepentingan orang lain. Bahkan untuk kebahagiaan yang menyakiti kita. Mendoakan semua makluk berbahagia juga mendoakan diri sendiri

   Doa bukan sekadar kata-kata verbal. Sesungguhnya doa itu merefleksikan pemikiran.
Pemikiran yang benar mengandungtiga aspek, yaitu:
1.       Tdk berdasarkan egoisme dan dorongan nafsu keduniawian dan bersifat merendah
2.       Mengungkapkan cinta kasih, bukan itikad buruk
3.       Mengandung belas kasih, bukan perasaan kejam.

    Pemikiran difokuskan secara sadar. Tanpa memikiran apa yang diucapkan Cuma hafalan kosong. Agar doa kita menjadi efektif setelaj dibaca dengan mulut atau dalam hati, doa harus dibangkitkan di dalam kesadaran melalui pemaduan psikofisikdan konsentrai (meditasi) yang mendalam.

    Kekuatan doa itu tergantung pada keyakinan dan pemikiran yang benar. Kita harus yakin bahwa doa kita itu adalah sesuatu yang benar dan bermanfaat, dan berdasarkan keyakinan tersebut akan kuat untuk berusaha mewujudkannya.

   Tanpa pemikiran benar, doa bisa menjadi kutukan. Misalnya: mendoakan celaka menimpa orang yang tidak sepaham, mendoakan musuh binasa, mendiakan saingan rugi, atau mendoakan lawan.

 Sering kita melihat orang berdoa dengan merayu, hingga dengan nada memerintah. Ada yang berdoa diawali puja-puji lalu diikuti dengan tuntutan. Bahkan ada yang lebih aneh lagi, banyak yang diakhiri dengan janji-janji atau seperti tawar-menawarbahkan menyuap.

   Dalam pandangan Buddhis, Buddha bukanlah makluk pengabul harapan. Buddha memang mahatahu, tetapi Buddha bukanlah mahakuasa menentukan nasib kita sendiri. Nasib ada di tangan masing-masing yang kita bentuk sendiri melalui perbuatan baik dan buruk. Jadi, salah besar jika kita menggantungkan pengharapan dan nasib kita pada Buddha.


TEKAD BODDHICITTA _/|\_
Aku bertekad menjadi obat bagi yang sakit,
Aku bertekad menjadi makanan bagi yang kelaparan,
Aku bertekad menjadi pelindung bagi yang takut,
Aku bertekad menjadi suaka bagi yang dalam bahaya,
Aku bertekad menjadi embun bagi yang murka,
Aku bertekad menjadi pemandu bagi yang tersesat,
Aku bertekad menjadi bahtera bagi yang menyebrang,
Aku bertekad menjadi pelita bagi yang dalam gulita.

   Kita bisa berdoa sendiri,bisa juga melakukan bersama-sama. Doa dilakukan dengan sikap apa saja. Secara formal, paling sering duduk dan berdiri, atau berjalan  dengan mengatupkan kedua telapak tangan setinggi dada atau di atasnya (anjali). Bisa juga dalam posisi meditasi, kedua telapak tangan terbuka keatas bertumpu setinggi perut bawah. Kalau berdoa pada saat bekerja, tentu sikapnya sesuai dengan posisi bekerha. Sedangkan orang sakit, boleh berdoa dalam sikap rebah. Tidak ada keharusan memakai dupa atau segala macam sesajian lain.

   Kapan kita berdoa? Sebenarnya, tidak ada waktu khusus untuk berdoa, kita bisa berdoa kapan saja dan dimana saja. Misalnya, saat bangun tidur, kita berdoa sebagai ungkapan syukur karena masih bisa bangun dan kita berdoa agar bisa mengisi hari dengan kegiatan bermakna, atau saat memulai suatu kegiatan, kita berdoa agar bersemangat dan mempunyai keteguhan dalam berusaha. Jadi, berdoa tidak hanya dilakukan saat berada di depan altar saja.

diketik langsung oleh saya dari buku Agama Buddha penerbit Ehipassiko.

Minggu, 16 September 2012

Para Perokok Perlu Mengkonsumsi Ekstrak Kulit Manggis

Sebagian besar penyakit degeneratif disebabkan radikal bebas, seperti penyakit asam urat tinggi, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, gangguan jantung, dsb.
Radikal bebas adalah bahan kimia berupa atom atau molekul yang kehilangan elektron shg tdk stabil dan selalu berusaha mengambil elektron dari molekul lain yan sudah stabil.
Ia dpt dihasilkan dr metabolisme tubuh sendiri, bisa pula lewat faktor eksternal spt lingkungan.
Ada beberapa sumber yang dpt meningkatkan radikal bebas, misalnya logam tertentu (spt besi), polusi, obat tertentu, racun, highly processed foods, bahan tambahan makanan, sinar ultraviolet, radiasi, dan asap rokok,
Anda yg perokok perlu berhati-hati, oksidan dlm rokok pny jml yg culup utk memainkan peran yang besar terjadinya kerusakan saluran nafas .
Diduga, tiap isapan rokok pny bahan oksidan berjumlah sangat besar, yg meliputi Aldehida, epoksida, Peroksida,  dan radikal bebas lain yang mungkin cukup berumur panjang dan bertahan lama hg menyebabkan kerusakan alveoli-salah satu saluran nafas.
bahan lain spt nitrit oksida, radikal Peroksil, dan radikal yg mengandung karbon ada dlm fase gas.
juga ada yang mengandung dlm fase Tar.
contoh radikal bebas dlm fase tar adl Semiquinone Moieties, yg dihasilkan bermacam-macam Quinone dan Hydro Quinone.
peredaran darah kecil yang berulang-ulang sangat mungkin membuat disposisi besi dlm paru perokok.
Besi dlm bentuk itu membentuk  radikal Hidroksil dr Hidrogen Peroksida yg bersifat mematikan.
Juga ditemukan bahwa perokok mengalami peningkatan Nertofil dlm saluran nafas bawahnya, yg pny kontribusi pd peningkatan lebih lanjut konsentrasi radikal bebas.
Tapi, penyakit yg disebabkan radikal bebas bersifat kronis.
Dibutuhkan wajtu bertahun-tahun bagi penyakit itu utk nyata dan disadari penderitanya.
Itulah sebab perokok merasa tak pernah mendapat penyakit apa-apa dr rokok.
Meski demikian, dlm hal ini, para perokok dianjurkan mengkonsumsi antioksidan.
Apa contohnya? salah satunya terbukti keampuhannya adl canthone yg terdapat dlm kulit buah manggis.
Xanthone dikenal sbg antioksidan tk. tinggi dan bahan aktif yg stabil dlm keadaan panas atau dingin.
kadar oksidant kulit manggis 17.000-20.000 ORAC per ounce.
Padahal, bahan lain berkadar tinggi, spt wortek dan jeruk hny 300-2.400. ORAC (Ocygen Radical Absorbance Capacity) adl kemampuan antioksidan menetralkan radikal bebas penyebeb penyakit.


typing source courtesy from Batam Pos newspaper
Sept, 16th 2012 :)
°•ⓣⓗⓐⓝⓚⓢ° 

Minggu, 09 September 2012

bahan quiz eng blok 2 semester 1 kelas XI alias bulan Aug-Sept.

-Analytical Exposition-
is a text that elaborates the writer's idea abt phenomenon surrounding (ppls). Its social function to persuade the readers that the idea is important matter. (´u`)
the general structurnya;
1. Thesis >>> introducing the topic and indicate the writer's position.
2. Argument >>> consist points and elaborate points. It's to explaining the arguments to support the writer's position.
3. Reiteration/conclution >>> restating the writer's position
the language feature;
1. Focus to generic human or non-human participants
2. Use abstract noun (ex: goverment, policy, scientis)
3. Use causal conjunction (hub timbal-balik gtuw)
4. Using Simple Present Tense
5. (berupa) passive sentence
6. Giving reasons (tentunyaa) through the causal conjunction

-Report Text-
is a text which present/giving information about something as generally aspect.
General structurnya;
1. General classification >>> stating the general classification of the thing (such as/ex; animal, public place, plant)
2. Description >>> describing the thing that will be discussed in detail.
Language feature
1. Introducing general aspect
2. Using conditional logicla connection (ex: when, so)
3. Using Simple Present tense, too. (´v`)

-Procedure Text'
is a text to teach/direct someone to do/make/use something step by step. (kesimpulan sendiri)
ciri utama; first, second, third, fourth, fifth, then, the last, finally, etc.
(´w`)