Senin, 15 April 2013

Majas

MAJAS


  Majas (KBBI;2001) adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakan dengan sesuatu yang lain.
  Dalam pemakaiannya bertujuan untuk memperoleh efek-efek tertentu agar tercipta sebuah kesan imajinatif bagi penyimak atau pendengarnya. 
  Secara umum, majas terjadi dari 4 jenis yang masing-masing jenis majas tersebut juga memiliki sub bagian masing-masing atau terbagi kembali menjadi beberapa jenis.

#. Majas Sindiran


1. Majas Sarkasme 
Majas Sarkasme ialah majas sindiran yang terkasar langsung menusuk perasaan.
Contoh
  • Otakmu memang otak udang!
  • Kau memang benar-benar bajingan!
  • Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!
  • Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!


2. Majas Ironi 
Majas Ironi adalah majas sindiran yang melukiskan sesuatu dengan menyatakan sebaliknya dari yang sebenarnya dengan maksud untuk menyindir orang. Gaya bahasa ini yang bersifat menyindir dengan halus. Contoh : 
  • Bagus sekali tulisanmu, sampai – sampai tidak bisa dibaca.
  • Rapi sekali kamarmu, sampai peralatan mandipun menyasar ke sini.
  • Bersih sekali rumahmu, sampai-sampai terdapat sarang laba-laba.


3. Majas Sinisme 
Majas  Sinisme adala majas yang menyatakan sindiran secara langsung. Gaya sindirannya mempergunakan kata-kata sebenarnya tetapi kasar.
Contoh
  • Muntah aku melihat perangaimu yang tak pernah berubah!
  • Perilakumu membuatku kesal
  • Kata-katamu tadi membuat ku sangat sakit hati!

#. Majas Perbandingan


1. Majas Hiperbola 
Majas hiperbola adalah majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan mengganti peristiwa atau tindakan sesungguhnya dengan kata-kata yang lebih hebat pegertiannya untuk menyangatkan arti. Sehingga gaya bahasa ini bersifat melebih-lebihkan. Contoh

  • Harga bensin membumbung tinggi, kakak membanting tulang demi menghidupi keluarganya.
  • Ibu terkejut setengah mati, ketika mendengar anaknya kecelakaan.
  • Rambut Yanti sepanjang Sungai Nil.
  • Lari Dedi secepat kilat demi menghindari kejaran anjing galak itu.
2. Majas Metafora 
  Majas Metafora adalah majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan perbandingan langsung dan tepat atas dasar sifat yang sama atau hampir sama. 

    Majas ini semacam analogi yang membandingkan dua hal secara langsung, tetapi dalam bentuk yang singkat: bunga bangsa = generasi muda, buaya darat = playboy, buah hati = anak kesayangan, cindera mata (kenang-kenangan), dan sebagainya.
  • dewi malam telah keluar dari balik awan (dewi malam = bulan)
  • Martha adalah salah satu bintang kelas di sekolahnya (bintang kelas = juara)
  • Raja siang keluar dari ufuk timur ( raja siang = matahari)
3. Majas Simbolik 
Majas simbolik adalah majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan menggunakan benda-benda lain sebagi pebandingan. conto
Contoh:
Ia adalah seorang lintah darat (lintah darat: pemeras, pemakan riba).

4. Majas Eufimisme 
Majas Eufimisme adalah majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan kata-kata yang lebih lembut/halus untuk meggantikan kata-kata lain.

Contoh:

  • Untuk mengatasi masalah keuangan, perusahaan itu merumahkan sebagian karyawannya (mem-PHK).
  • Para tunakarya perlu perhatin yang serius dari pemerintah
  • Kaum tunawisma tinggalnya tidak menetap dan kadang tinggal di kolong jembatan



5. Litotes
Litotes adalah majas yang mengungkapkan perkataan dengan rendah hati dan lemah lembut.
Majas yang dipakai untuk menyatakan sesuatu dengan tujuan merendahkan diri. Sesuatu hal dinyatakan kurang dari keadaan sebenarnya atau suatu pikiran dinyatakan dengan menyangkal lawan
katanya. 
Contoh:
  • Akan kutunggu kehadiranmu di bilikku yang kumuh di desa
  • Apa yang kami hadiahkan ini sebenarnya tidak ada artinya sama sekali bagimu.
  • tas saya ini harganya tidak seberapa dengan tas yang ada di etalase toko itu.
6. Majas Alegori 
Majas Alegori adalah majas perbandingan yang memperlihatkan satu perbandingan utuh, perbandingan itu membentuk kesatuan yang menyeluruh atau perbandingan yang bertautan satu dan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh. Alegori biasanya berbentuk
cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.
Contoh:

  • Hidup ini diperbandingkan dengan perahu yang tengah berlayar di lautan (suami sbg nahkoda, istri sbg juru mudi, gelombang sbg cobaan dalam kehidupan, tanah seberang sbg cita-cita).
7. Majas Personifikasi 
Majas kiasan yang menggambarkan benda-benda mati seolah-olah memiliki sifat-sifat yang dimiliki manusia. 
Personifikasi (penginsanan) merupakan suatu corak khusus dari metafora, yang mengiaskan
benda-benda mati bertindak, berbuat, berbicara seperti manusia.
Contoh:
  • Angin yang meraung di tengah malam yang gelap itu menambah lagi ketakutan kami.
  • Bola itu berlari kencang menuju gawang lawan
  • Angin berbisik menyampaikan salamku padanya
8. Majas Alusio
Majas Alusio adalah majas perbandingan dengan menggunakan ungkapan peribahasa yang artinya sudah diketahui umum. 
Contoh

  • Aah, dia itu tong kosong nyaring bunyinya.
  • Martha setali tiga uang dengan kakaknya yang senang membaca buku perpustakaan.
#. Majas Pertentangan

1. Majas Antitesis 
Majas Antitesis adalah majas pertentangan yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan paduan kata yang berlawanan arti atau 
majas yang mempergunakan pasangan kata yang
berlawanan arti.
Contoh:
  • Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu.
  • Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata Tuhan.
  • Hidup matinya manusia ada ditangan tuhan

2. Majas Paradoks 

Majas Paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan nyata dengan fakta-fakta
yang ada. Paradoks dapat juga berarti semua hal yang menarik perhatian karena kebenarannya.
Contoh:
  • Ia mati kelaparan di tengah-tengah kekayaan yang berlimpah-limpah.
  • Dina merasa kesepian di tengah-tengah keramaian kota.
  • Meyuni merasa kepanasan di tengah dinginnya udara malam.

3. Satire
Satire adalah majas yang sejenis argumen/puisi/karangan yang berisi kritik sosial baik secara terang-terangan maupun terselubung.
Contoh:
  • Budak kurus pengangkut sampah.
  • Sudah sepuluh tahun engkau bicara.
4. Majas Okupasi 
Majas Okupasi adalah majas pertetangan yang melukiskan sesuatu dengan bantahan, tetapi kemudian diberi penjelasan atau diakhiri dengan kesimpulan. 
Contoh Majas Okupasi: merokok itu merusak kesehatan, tetapi si perokok tidak dapat menghentikan kebiasaannya. Maka muncullah pabrik-pabrik rokok karena untungnya banyak.

#. Majas Penegasan

1. Klimaks
Klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturutturut
dan makin lama makin meningkat.
Contoh:
  • Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antri minyak.
  • Ketua RT, RW, kepala desa, gubernur, bahkan presiden sekalipun tak berhak mencampuri urusan pribadi seseorang.

2. Majas Simetri 
Majas Simetri adalah majas penegasan yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan 1 kata, kelompok kata atau kalimat yang diikuti oleh kata, kelompok kata atau kalimat yang seimbang artinya dengan yang pertama. 
Contoh:

  • ayah diam serta tak suka berkata-kata
  • Ia pergi dengan tergesa-gesa, seperti orang diburu harimau


3. Majas Tautologi 
Majas Tautologi adalah majas penegasan yang meukiskan sesuatu dangan mempergunakan kata-kata yang sama artinya (bersinonim) untuk mempertegas arti. 
Contoh:
  • Saya khawatir dan was-was akan keselamatannya
  • Seharusnya sebagai sahabat kita hidup rukun, akur, dan bersaudara.
  • Apa maksud dan tujuannya datang kemari


4. Majas Retorik 
Majas Retorik adalah majas penegasan dengan mempergunakan kalimat tanya yang sebenarnya tidak memerlukan jawaban karena sudah diketahuinya.
Contoh
  • Mana mungkin orang mati hidup kembali?
  • Siapakah yang tidak ingin hidup ?

5. Majas 
Pleonasme
Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata secara
berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata.
Contoh:

  • Semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.
  • Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur.

Semoga bermanfaat..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar